Selasa, 25 April 2017

Mewahnya Manuscrip Serat Yusuf




            Goresan tinta iluminasi tertuang dalam sebuah manuscrip tua. Menggambarkan keelokan dalam sebuah mahakarya para leluhur. Tak hanya keindahaan yang ditawarkannya, isi manuskrip tersebut sungguh menggetarkan pembacanya. Manuscrip yang berumur ratusan tahun ini membawa kita tentang sebuah sejarah agama Islam yaitu tentang nabi yusuf 

Manuscrip ini ditulis dengan Aksara Jawa menggunakan kertas Delawung, selain itu kitab ini memiliki keunikan yaitu pada halaman pembuka dilukis seperti pada Surat pembuka pada Alqur’an namun lukisan yang di lukis pada manuscrip ini bercorak hutan dan Belalang menggunakan tinta illuminasi atau tinta yang bercampur dengan emas. Atas perintah Kanjeng Ratu Mas Balitar pada tahun 1729 (pada masa Pakubuwono I yang masih bertempat di kraton Kartasura).
Pada halaman mukadimah manuscrip ini tertulis Sekar Macapat Asmaradana yang bunyinya sebagai berikut:

Wonten carita diluwih, Menggah ing deluncang Jawa, sangking tapsir pinangkane, Sampun binasakaken Jawa, dening janma utama, Apantes sinungan tembungan atembang Asmaradana.”

Yang berarti “ada sebuah cerita yang termahsyur dan indah pada selembaran kertas jawa. Yang berasal dari tafsir, yang sudah digubah dalam bahasa jawa. Oleh pujangga yang lazim di sebut tembang Asmaradana.” 
isinya diambil dari tafsir surat Yusuf pada kitab suci Al' Qur'an yang menceritakan tentang keteladanan Nabi Yusuf, menggunakan puisi berbahasa Jawa. 

Cerita Nabi Yusuf A.S yang dibuang oleh saudara-saudaranya ke dalam Sumur, karena semua saudaranya iri kepada Nabi Yusuf namun saudara-saudaranya berkata bahwa Nabi Yusuf mati di makan binatang buas, saudara-saudara Nabi Yusuf pun menujukkan pakaian berdarah yang dimiliki Nabi Yusuf pada ayahnya Nabi Yakub A.S, lalu ia pun di temukan oleh Mentri Mesir. diangkatlah nabi yusuf sebagai Anak oleh mentri mesir tersebut, Mentri Mesir tersebut memiliki istri bernama Zulaikha namun hubungan zulaikha menyukai Nabi yusuf bukan sebagai anaknya namun sebagai laki-laki. lalu Nabi yusuf pun ingin di perkosa oleh zulaikha. kaburlah nabi Yusuf namun baju belakangnya robek. lalu zulaikha pun melaporkan pada mentri atau seuaminya jika zulaikha ingin di perkosa Nabi Yusuf A.S, dipanggilah nabi yusuf menghadap menteri tersebut lalu saling tuduh lah mereka, datanglah tetangga menteri tersebut dan memberikan saran jika pakaian depan yusuf yang robek maka Yusuf-lah yang berniat memperkosa namun jika pakaian belakang nabi Yusuf A.S yang robek maka Zulaikhalah yang ingin memerkosa Nabi Yusuf A.S. pakaian yang ia kenakan pun di lihat benar saja pakaian bagian belakang. 

serat Yusuf ini berakhir tentang kematian ayahanda Nabi Yusuf A.S yang sangat menyayanginya lebih dari saudar-saudaranya yang lain. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar