Siapakah
sosok penting di balik majunya dunia perkerisan di Indonesia? Bagaimanakah
perannya dalam melestarikan kebudayaan Jawa? mari kita simak bagaimana latar
belakang sang kerisologi di Indonesia.
| K.G.P.H. Hadiwidjaja |
Lebih
dari seabad yang lalu, pada Tanggal 14 Maulud Tahun 1818, tepatnya 18 November
1888 lahirlah seorang pangeran yang akan menjadi penerang bagi dunia
perkerisan. Suhari namanya, tetapi lebih akrab dikenal dengan sebutan KGPH
Hadiwidjaja. Gusti Hadiwidjaja lahir dari seorang ibu bernama B.R. Ayu
Sitarugmi, istri dari Susuhunan Pakubuwana X.
Sebagai orang yang terpelajar KGPH Hadiwidjaja mendapatkan
pendidikan secara Timur dan Barat. Beliau pernah menuntut ilmu di Universitas
Leiden mengambil jurusan Indologie. Meskipun dipengaruhi cara berfikir Barat
yang progresif dan berpandangan jauh, beliau tetap memiliki rasa nasionalisme
yang tinggi.
Selama 49 Tahun (1926-1975) sang kerisologi ini menjadi
ketua keempat di Museum Radyapustaka. Sepak terjangnya didunia perkerisan sangatlah
banyak. Beliau juga mengadakan berbagai kajian budaya Jawa. selain itu juga memimpin
Bawarasa Tosan Aji bersama dengan KGPH. Sumodiningrat. Apa itu bawarasa?
Bawarasa merupakan sarasehan diskusi tentang dunia perkerisan.
Seumur hidupnya, Gusti Hadiwidjaja mencurahkan tenaga dan
pikirannya untuk memajukan kebudayaan Jawa. Disamping kepeduliannya pada dunia
perkerisan, ia juga memiliki dedikasi tinggi pada bidang pedidikan. Beliau
mendirikan beberapa sekolah, diantaranya Sekolah Angka Loro, HIS, AMS, Ambacht
School pada zaman pemerintahan Belanda, dan juga Universitas Saraswati.
Nah
sekarang sudah tahu kan siapa sosok penting dalam dunia perkerisan. Semoga
semangat juang Gusti Hadiwidjaja dalam memajukan kebudayaan Jawa menjadi
inspirasi bagi kita semua… Jangan lupa untuk tetap melestarikan budaya kita…
salam budaya!.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar