Sabtu, 20 Mei 2017

Lahirnya sang Kerisologis



Siapakah sosok penting di balik majunya dunia perkerisan di Indonesia? Bagaimanakah perannya dalam melestarikan kebudayaan Jawa? mari kita simak bagaimana latar belakang sang kerisologi di Indonesia.


K.G.P.H. Hadiwidjaja

Lebih dari seabad yang lalu, pada Tanggal 14 Maulud Tahun 1818, tepatnya 18 November 1888 lahirlah seorang pangeran yang akan menjadi penerang bagi dunia perkerisan. Suhari namanya, tetapi lebih akrab dikenal dengan sebutan KGPH Hadiwidjaja. Gusti Hadiwidjaja lahir dari seorang ibu bernama B.R. Ayu Sitarugmi, istri dari Susuhunan Pakubuwana X.


          Sebagai orang yang terpelajar KGPH Hadiwidjaja mendapatkan pendidikan secara Timur dan Barat. Beliau pernah menuntut ilmu di Universitas Leiden mengambil jurusan Indologie. Meskipun dipengaruhi cara berfikir Barat yang progresif dan berpandangan jauh, beliau tetap memiliki rasa nasionalisme yang tinggi.

          Selama 49 Tahun (1926-1975) sang kerisologi ini menjadi ketua keempat di Museum Radyapustaka. Sepak terjangnya didunia perkerisan sangatlah banyak. Beliau juga mengadakan berbagai kajian budaya Jawa. selain itu juga memimpin Bawarasa Tosan Aji bersama dengan KGPH. Sumodiningrat. Apa itu bawarasa? Bawarasa merupakan sarasehan diskusi tentang dunia perkerisan.

          Seumur hidupnya, Gusti Hadiwidjaja mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk memajukan kebudayaan Jawa. Disamping kepeduliannya pada dunia perkerisan, ia juga memiliki dedikasi tinggi pada bidang pedidikan. Beliau mendirikan beberapa sekolah, diantaranya Sekolah Angka Loro, HIS, AMS, Ambacht School pada zaman pemerintahan Belanda, dan juga Universitas Saraswati.


Nah sekarang sudah tahu kan siapa sosok penting dalam dunia perkerisan. Semoga semangat juang Gusti Hadiwidjaja dalam memajukan kebudayaan Jawa menjadi inspirasi bagi kita semua… Jangan lupa untuk tetap melestarikan budaya kita… salam budaya!.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar