Siapa yang tak tahu Napoleon Bonaparte? Kaisar yang sangat
terkenal ini memiliki jejak sejarah di Indonesia. Salah satu peninggalan sang
kaisar tersimpan rapi di sudut Museum Radyapustaka. Apa itu peninggalan dari Napoleon? Yuk... lihat ke
Museum Radyapustaka.
Sebuah porselin unik terpajang di tengah dengan
indahnya. Bagaimana porselin ini bisa sampai di Museum Radyapustaka? Porselin milik
Napoleon tersebut diberikan untuk Susuhunan Paku Buwana IV. Kita bisa menemukan
porselin antik ini tepat di ruang depan. Porselin ini berwarna merah marun
dihiasi dengan ukiran emas disekeliling tubuhnya. Wah... betapa indahnya
porselin ini. Porselin dengan bentuk antik ini dibingkai dengan kotak kaca.
Jadi, kita tidak diperbolehkan memegang porselin ini. Hal ini dilakukan untuk melindungi
benda tersebut agar tidak rusak.
| Piala Porselin Napoleon Bonaparte |
Porselin peninggalan Napoleon yang terpajang di
Museum Radyapustaka merupakan salah satu peninggalan bersejarah. Ia telah
menjadi saksi bisu perjalanan peradaban di Indonesia. Porselin ini sudah ada
semenjak tahun 1811. Sungguh tua peninggalan ini bukan? Selain itu masih ada
lagi peninggalan Napoleon di Museum Radyapustaka.
Tidak hanya piala porselin, Napoleon juga
meninggalkan jejak berupa orgel. Apa itu orgel? Orgel merupakan sejenis alat
musik yang cara memainkannya dengan ditiup. Orgel ini juga diberikan Napoleon
kepada Susuhunan Paku Buwana IV. Orgel ini memiliki keunikan dengan dihiasi
oleh bunga yang sudah diawetkan. Wah... betapa uniknya kotak musik ini... Kota
Solo masih memiliki banyak benda bersejarah lainnya.
| Orgel Napoleon Bonaparte |
Jika kita berkunjung ke Museum Radyapustaka, kita
tak hanya mendapati porselin dan orgel antik peninggalan Napoleon saja. Masih
banyak koleksi yang disuguhkan, seperti keramik, kristal, arca, galeman, keris, tombak, naskah, dan perunggu. Asal kalian
tahu, berbagai benda yang dipajang di Museum Radyapustaka berasal dari Kasunanan,
Mangkunegaran, bahkan mancanegara.
Ingin tahu lebih lanjut mengapa Napoleon memberikan
poselin dan orgel untuk Susuhunan Paku Buwana IV? Atau ingin melihat secara
langsung bagaimana indah dan uniknya porselin dan orgel tersebut? Mari kita
lihat di Museum Radyapustaka.
Ayo main ke Museum Radyapustaka.
Penulis : Yuanita Pradita Primantari
Editor : Muhammad Fariz Al' Hazmi
Editor : Muhammad Fariz Al' Hazmi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar