Rabu, 08 Februari 2017

Yuk Main ke Museum Radyapustaka

Kebudayaan Jawa adalah salah satu budaya Nusantara yang memiliki banyak sisi menarik untuk dipelajari, baik dari sisi budaya, sejarah, maupun peradabannya. Lalu dimanakah kita dapat mempelajarinya? bisa dari buku-buku catatan jaman dahulu, bertanya pada orang-orang yang hidup pada jamannya, dan tentu saja yang paling mudah dan paling sederhana adalah datang ke museum.

Museum Radyapustaka Surakarta
Di Indonesia hampir tiap kota memiliki museum, baik museum kerajaan, museum purbakala, museum kebudayaan, ataupun museum persenjataan. Mengunjungi museum memberikan banyak manfaat bagi kita, diantaranya dapat menimba ilmu, menambah wawasan, memberikan pandangan akan kehidupan ataupun akademis. Salah satu museum tertua di indonesia adalah Museum Radyapustaka.

Museum Radyapustaka kini memiliki usia yang sangat lama bahkan bisa dikatakan museum ini merupakan museum tertua di Indonesia. Museum Radyapustaka semula bernama Paheman Radyapustaka. Secara terminologi, Paheman yang berarti tempat berkumpul, Radya berarti raja atau negara, dan Pustaka adalah buku atau naskah. 

KRA Sosrodiningrat IV
pendiri Museum Radyapustaka
Paheman Radyapustaka didirikan pada 28 Oktober 1890 oleh KRA Sosrodiningrat IV, seorang patih Keraton Kasunanan Surakarta pada masa pemerintahan Sri Susuhan Paku Buwono IX dan Sri Susuhan Paku Buwono X. Sungguh tua bukan? bahkan Indonesia belum merdeka museum ini sudah berdiri dengan megahnya di tengah kota Solo.

Pergeseran nama dimulai ketika Paheman Radyapustaka mulai diisi tak hanya naskah-naskah kuno saja, namun juga menyimpan berbagai benda bersejarah yang dikumpulkan dari beberapa lokasi dan sumbangan tokoh-tokoh. Oleh karena itu, seiring waktu Paheman Surakarta berubah menjadi Museum Radyapustaka.

Koleksi di museum ini sangat beragam mulai dari jaman Kerajaan Hindu hingga jaman Keraton Kasunanan Surakarta. Koleksi yang ada di sini tak hanya datang dari Nusantara saja, tetapi juga datang dari mancanegara. Jumlah keseluruhan koleksi museum ini sekitar 10.000 benda maupun langka. Lokasi museum ini sangatlah strategis, tak perlu sulit-sulit untuk mencarinya. Museum Radyapustaka terletak di jantung kota Solo, tepatnya di Jalan Slamet Riyadi, jalan utama di kota Solo.   

Primadona Museum Radyapustaka
 
Kyai Rajamala yang menyimpan
misteri
Setiap museum pasti punya primadonanya. Nah, di museum ini tentu juga memiliki primadona, yaitu "Kyai Rajamala". Apa sih Kyai Rajamala itu?  Kyai Rajamala adalah sebuah patung yang di pasang di buritan kapal Keraton Kasunanan Surakarta, Kenapa buritan kapal bisa menjadi salah satu primadona di sini? Yah, dalam kepercayaan orang Jawa patung ini masih dianggap keramat.

 
Salah satu koleksi Wayang Beber
di Museum Radyapustaka
Selain itu terdapat "Wayang Beber", wayang ini adalah salah satu jenis wayang yang terbuat dari bahan kertas, cara memainkannya pun sangat unik, karena wayang ini tak seperti pada wayang pada umumnya yang menggunakan kitab sebagai panduan para dalang, namun pada wayang ini menggunakan imajinasi sang dalang.

Perpustakaan Museum Radyapustaka
Ada pula naskah-naskah kuno yang sangat terkenal di museum ini yang dapat dijadikan referensi lain selain melihat koleksi. Kita juga bisa berkonsultasi dengan ahli Pawukon atau konsultan hari baik dalam hitungan Jawa, semua dapat kita temukan di Perpustakaan Museum Radyapustaka.


Ingin tahu lebih lanjut kenapa patung ini keramat dan bagaimana cara memainkan wayang tersebut atau mau konsultasi hari baik? Yuk main ke Museum Radyapustaka.

Penulis: Muhammad Fariz Al' Hazmi
Editor : Yuanita Pradita Primantari 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar